Piagam Gumi Sasak ialah dokumen yang
berisi kesepakatan bersama untuk menyambung,menegakkan mengingatkan, dan
menghidupkan kembali kebudayaan sasak berdasarkan landasan atau pedoman yang
sejatinya. Drs. H. L. Agus Fathurrahman adalah pencetus sekaligus pelopor Piagam
Gumi Sasak ini.
Tokoh-tokoh pencetus Piagam
Gumi Sasak ialah para sejarawan dan tokoh masyarakat yang mengalami keresahan
di dalam hati mereka karena melihat kebudayaan Suku Sasak yang mulai tergerus
oleh modernisasi dan budaya barat. Budaya barat yang kian merasak ke dalam
diri bahkan jiwa Suku Sasak perlahan membuat Suku Sasak lupa akan budaya mereka
sendiri dan mulai mengadopsi budaya barat yang notabene nya melenceng dari
budaya yang diwariska oleh nenek moyang dulu.
Sebagaimana sesenggak/ petuah
nenek moyang suku sasak “lumbung sinabe bukak kuri lawing datar awun-awun tanpe
sangke, bumi ngantul tanppa cantel. Erak kanak lamun wah tebukak lendang galuh
bikin pait, eakn loek kaok bodak bekelayar, pade inget dendek lengah dendek
lupak periri bale langgak gubuk mepeng gumi paer” yang bermakna suatu saat di
tanah kita akan didatangi orang asing dari luar (turis) yang memenuhi tanah
kita, kita harus tetap ingat dan jangan lengah untuk tetap menjaga tanah air
kita karena mereke berniat untuk mengambil alih lagi bangsa ini. Sudah terbukti
saat ini, pulau Lombok didominasi oleh investor-investor dari luar negeri yang
menanam sahamnya. Mereka mengambil alih kuasa (pemerintahan ) dengan menghasut
pemimpin-pemimpin kita dengan kedok yang berbau unsur agama dan iming-iming
untuk mensejahterakan warga. negara kita kembali dijajah oleh bangsa lain
dengan cara yang halus dan penuh muslihat dan bahkan lebih parah dari
penjajahan sebelum kemerdekaan. Hilangnya moral dan nilai-nilai luhur bangsa
ini menjadi pukulan dan beban berat untuk kita selaku generasi muda penerus
bangsa.
Piagam Gumi Sasak ini dibacakan
pertama kali oleh Dr. Fajri di hadapan majelis adat sasak pada tanggal 26 desember
2015. Dengan dibuat dan disahkannya Piagam Gumi Sasak ini, diharapkan
masyarakat suku sasak sadar akan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya
atau adat istiadat yang diwariskan oleh nenek moyang dulu. Karena budaya
merupakan identitas kita di mata dunia. Berikut adalah isi dari Piagam Gumi
Sasak.
Bismillahirrahmanirrahim.
Menjadi
bangsa Sasak adalah amanah yang harus dipertanggung-jawabkan kepada
Allah SWT dan generasi mendatang. Menunaikan amanah Sasak itu sejatinya
merupakan matarantai sejarah kemanusiaan, melalui simbol-simbol yang
diletakkan dalam pemikiran bangsa Sasak yang terhampar di Gumi Paer.
Simbol-simbol itu merupakan tanda-tanda yang terbaca yang membawa
kembali menuju jatidirinya yang sebenarnya.
Perjalanan sejarah
bangsa Sasak yang diwarnai oleh hikmah yang tertuang dalam berbagai
bencana yang menenggelamkan, mengaburkan, dan menistakan keluhuran
budaya Sasak. Berbagai catatan penekanan, pendangkalan makna, pengaburan
jatidiri, sampai pembohongan sejarah dengan berbagai kepentingan para
penguasa yang masih berlangsung hingga saat ini, melalui pencitraan
budaya dan sejarah Bangsa yang ditulis dengan perspektif dan kepentingan
kolonialisme dan imperialisme modern. Hal itu telah membuat bangsa ini
menjadi Bangsa inferior yang tak mampu tegak di antara bangsa-bangsa
lain dalam rangka menegakkan amanat kefitrahannya sebagai sebuah bangsa.
Sadar akan hal tersebut, kami anak-anak bangsa Sasak mengumumkan PIAGAM GUMI SASAK sebagai berikut:
Pertama:
Berjuang bersama menggali dan menegakkan jatidiri bangsa Sasak demi kedaulatan dan kehormatan budaya Sasak.
Berjuang bersama menggali dan menegakkan jatidiri bangsa Sasak demi kedaulatan dan kehormatan budaya Sasak.
Kedua:
Berjuang bersama memelihara, menjaga, dan mengembangkan khazanah intelektual bangsa Sasak agar terpelihara kemurnian kebenaran, kepatutan, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya Sasak.
Berjuang bersama memelihara, menjaga, dan mengembangkan khazanah intelektual bangsa Sasak agar terpelihara kemurnian kebenaran, kepatutan, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya Sasak.
Ketiga:
Berjuang bersama menegakkan harkat dan martabat bangsa Sasak melalui karya-karya kebudayaan yang membawa bangsa Sasak menjadi bangsa yang maju dengan menjunjung tinggi nilai religiusitas dan tradisionalitas.
Berjuang bersama menegakkan harkat dan martabat bangsa Sasak melalui karya-karya kebudayaan yang membawa bangsa Sasak menjadi bangsa yang maju dengan menjunjung tinggi nilai religiusitas dan tradisionalitas.
Keempat:
Berjuang bersama membangun citra sejati bangsa Sasak baru dengan kejatidirian yang kuat untuk menghadapi tantangan peradaban masa depan.
Berjuang bersama membangun citra sejati bangsa Sasak baru dengan kejatidirian yang kuat untuk menghadapi tantangan peradaban masa depan.
Kelima:
Berjuang bersama dalam satu tatanan masyarakat adat yang egaliter, bersatu, dan berwibawa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia
Berjuang bersama dalam satu tatanan masyarakat adat yang egaliter, bersatu, dan berwibawa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan serta memberkahi
perjalanan bangsa Sasak menuju kemaslahatan seluruh umat manusia.
Mataram, 14 Mulut tahun Jimawal / 1437 H
26 Desember 2015
26 Desember 2015
Ditandatangani bersama kami,
- Drs. Lalu Azhar
- Drs. Haji Lalu Mujtahid
- Drs. Lalu Baiq Windia M.Si
- TGH. Ahyar Abduh
- Drs. Haji Husni Mu’adz MA., Ph. D
- Dr. Muhammad Fajri, M.A
- Dr. Jamaludin, M. Ag
- Dr. Lalu Abd. Kholik, M.Hum.
- Drs. H. A. Muhit Ellepaki, M. Hum
- Dr. H. Sudiman M. Pd
- Dr. H. L., Agus Fathurraman
- Mundzirin
- L. Ari Irawan, SE., S. PD., M. Pd.


Luar biasa.penyatu tiga suku.
BalasHapusTapi mungkin yg dimaksud 'tiga suku di NTB, bukan Lombok. Karena kan Sumbawa dan Bima diluar Lombok. Terima kasihπ
Astaga iya terimakasih saudari. Makasih masukannya π
HapusInformasinya sangat bermamfaat sist
BalasHapusTerimakasih sudah berkunjung ya sist π
HapusMantap informsi yang sangat bermanfaat....
BalasHapusTerimakasih sudah berkunjung
Hapusluar biasa ..
BalasHapusjadi salut sama suku sasak
Wahh makasih sudah berkunjung yaa..
HapusSemoga dengan adanya piagam ini, kita selaku masyarakat sasak sadar akan jati diri kita yang sebenarnyaπ
BalasHapusAmiin.. Terimakasih sudah mampir ππ
HapusBagus, semoga ketiga suku ini tetap terjalin dengan baik dengan adanya piagam ini dan semoga lebih banyak lagi info tentang kebudayaan sasaknya
BalasHapusAmiin. Terimakasih sudah mampir ππ
HapusMari qta menjaga budaya qta dr orng2 yg memiliki kepentingan sndiri yang bsa merusak budaya
HapusAyo usul yang bagus saudari
HapusMenambah wawasan nih, inilah alasan kenapa saya beli kuota. Btw keramiknya beli dimana ?
BalasHapusHaha tuh kan mulai dah bapak ini wkwkwk nnti saya tanyakan di mana tempat beli keramiknya yaa
HapusO iya tu jempolnya kurang batu akik, biar lebih mantep potonya
HapusMantaapp
BalasHapusTerimakasaih saudari
Hapusππππ
BalasHapusWkwkwk ngomennya pake emot aja
HapusLuar biasa terus lestarikan budaya sasak
BalasHapusTerimakasih sudah berkunjung
HapusDijaga dengan sebaik-baiknya
BalasHapusAmiin. Terimakasih sudah berkunjung
Hapus